BANYAK LULUSAN VOKASI MENGANGGUR, PT Perlu Buat Pemetaan Tenaga Kerja

Banyak lulusan sekolah vokasi yang menganggur karena keterampian yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan dunia industri, perlu segera dicarikan solusi. Salah satu caranya dengan membuat perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri nasional dan regional. Karena tanpa adanya kejelasan soal data kebutuhan tenaga kerja di pasaran (industri) persoalan pengangguran terdidik tidak akan bisa ditangani secara tuntas.

“Banyaknya lulusan dari sekolah vokasi yang belum terserap ke dunia industri menjadi ‘PR’ bersama yang harus segera dicarikan solusi. Salah satu caranya dengan membuat data yang akurat tentang permintaan industri terhadap dunia kerja. Sehingga di kedua sektor tersebut bias terjadi sinergitas,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Dr. Y Sri Susilo, MSi kepada KR di Yogyakarta, Jumat (28/10).

Menurut Susilo, selama ini PT lebih banyak meluluskan diploma dari ilmu-ilmu non eksakta. Padahal kebutuhan lulusan diploma dari ilmu-ilmu eksakta masih banyak yang belum terpenuhi. Supaya hal itu tidak terulang, alangkah baiknya  jika pengelola PT membuat pemetaan tentang kebutuhan dunia kerja. Sehingga lulusan yang dihasilkan bisa langsung terserap dalam dunia kerja. Sementara itu Humas Akademi Bahasa Asing (ABA) Sinema Yogyakarta Untung Priyadi, SE mengungkapkan penyerapan lulusan vokasi tergantung lembaga pendidikannya dalam membekali ilmu dan keterampilan kepada mahasiswa. Di samping itu juga program studi apa yang disajikan lembaga pendidikan tersebut. “Kami Diploma 3 konsentrasi pada bahasa Inggris, yang di era global sangat dibutuhkan,” ujar Untung Priyadi di ruang kerjanya.

Meskipun masih berumur muda, namun lulusan ABA Sinema dengan cepat terserap di pasar kerja. Ada yang di bank, lembaga pendidikan, hotel, penyiaran dan sebagainya. Di ABA Sinema ada pusat karier yang membantu lulusan mendapatkan lapangan pekerja dilakukan dosen dan alumni yang sudah bekerja. Mahasiswa setelah lulus cepat terserap di pasar kerja karena dilengkapi dengan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi, serta sinematografi.

ABA Sinema Yogyakarta mengutamakan layanan kepada mahasiswanya dengan begitu ketika lulus bisa mengajak orang lain untuk masuk ke lembaga pendidikan tersebut. Layanan yang baik dan promosi dari mulut ke mulut menjadi andalan untuk mendapatkan mahasiswa baru. Calon mahasiswa akan lebih mantap mendapatkan informasi dari alumni.

Sumber: Harian Kedaulatan Rakyat, Sabtu, 29 Oktober 2016, Pendidikan, Hal. 10

Leave a Reply

*

captcha *